Kamis, Oktober 01, 2009

Teringat pelajaran, teringat kenangan masa sekolah

Bicara pelajaran bahasa kaitan dan hubungannya dengan karangan, saya teringat pada masa SMA dulu, begini,, saya punya 2 teman akrab, jadi ceritanya kami ini bertiga,, iya kan, saya sendiri 1 orang dan teman saya 2 orang jadi kami semua bertigakan ya??,, hahaha... kami bertiga ini suka bersaing, dalam hal keahlian, baik dalam kecerdasan di sekolah,(hmm,, bersaing kecerdasan? ^_*) hehe sebenernya aku bukalah anak yang cerdas2 amit, tp tidak juga tidak amit amit deh haha,, ceritanya begini.

waktu itu kami menulis cerita pendek untuk di kirim ke sebuah majalah remaja yang waktu itu sangat trend, tp tak lama pengirimanan masing masing cerita pendek kami di pulangin lagi dan dalam balasan surat itu kami di beritahukan kenapa hasil karya cerpen kami tidak layak di terbitkan di majalah remaja tersebut dan kami di beritahukan juga point point yang harus kami panuhi agar cerpen kami layak terbit di majalah remaja tersebut jadi akhirnya kami tahu kekurangan kami masing2 dari point point yang di beritahukan kepada kami. 2 temen aku yang pinter bgt dan hobi bgt dalam hal tulis menulis cerita atau mengarang malah mendapat point karangannya gk bagus, sedangkan aku, 'ehm' di bilang karangannya bagus,, hahaha, tp sayangnya bermasalah pada tanda baca,, yang aku taruh tidak pada tempatnya, jadi kekurangan di karanganku cuma pada tanda bacanya,, hehe,, padahal klu waktu itu aku serius, dan mau membenarin tanda baca di karanganku pasti deh karanganku di terima dan aku dapat uang saku dari hasil membuat karangan cerita pendek.. abieess aku gk serius sich waktu itu.

Bicara tentang sekolah sebenarnya gw kangen bgt masa masa waktu sekolah di SMA (cyieee, kayak lagunya Obie Mesakh) tapii bukan kisah kasihnya,, soale aku belum punya kisah kasih waktu baru pertama masuk sekolah di SMA.

Aku adalah perempuan, anak ke 3 dari 5 bersaudara ( aha ...!! akhirnya cerita juga sedikit tentang profile aku) aku anak turunan Chinese,, tp aku bukan dari keluarga yang kaya rayalah,, :( hiks 'masalah ini akan muncul di cerita kehidupanku nantinya, masalah status keberadaan' nanti ya aku ceritain, okeh????,,,,
lanjuutttt,,,,, papah saya wira usaha kecil dan punya penghasilan yang pas-pasan aja untuk kebutuhan hidup sehari hari apalagi dengan 5 orang anak.jadi ya hidup paspasan aja, makanya saya melanjutkan sekolah SMA di sekolah satu satunya SMAN, yang tidak jauh dari tempat tinggal saya, lagian karena di sekolah negri byy uang sekolah lebih murah ketimbang sekolah swasta, tapi biarpun saya bersekolah di sekolah negri saya bangga kog, karena org yang bersekolah di sekolah negri harus mempunyai 'NEM' yang tinggi menurut standar masuk sekolah negri itu, jadi nem yang di bawah standar masuk sekolah negri itu gk bisa masuk, walaupun org kaya yang banyak duwit.. sekolah negri juga gk kalah bagusnya kog dengan sekolah swasta pada waktu itu, walau saya perempuan keturunan chinese, saya tidak mendapat perlakuan buruk dari teman2 yang pribumi, saya merasa baik dengan mereka, begitu juga mereka dengan saya, juga dengan para guru, bahkan kadang saya merasa di istimewa kan oleh para guru mungkin karena saya chinese,, hehe, bahkan guru Akutansi saya, klu gk salah waktu itu Pak Tobing waktu saya kelas 1 SMA tidak begitu memperhatikan cara belajar saya, belajar tidak belajar pun saya bisa mendapatkan nilai tinggi, itu karena pak Tobing berprinsip org China biar gk pinter Akutansi dalam sekolah pun ntar klu tamat sekolah akhirnya bekerja juga di perusahaan dan akhirnya mengerti juga tentang akutansi, sudah mengerti dasarnya aja udah cukup, begitu yang sering saya dengar dari mulut Pak Tobing itu, jadi kadang klu saya mengantuk di sekolah pak Tobing tidak marah tau menskor saya atau memberi saya hukuman.. paling Pak Tobing cuman bilang pasti semalam pacaran makanya mengantuk di sekolah,, " jahh,, bapak mana ada saya punya pacar,, mamak saya marah klu saya pacaran sewaktu sekolah" hahaha, gitu jawab saya klu pak tobing udah mulai menyindir saya klu saya mengantuk pas waktu pelajarannya. Sekolahnya juga bagus rapi dan bersih, halamanya luas, kelasnya juga banyak, guru gurunya baik baik...Teringat saya rumput sekolah yang luas dan hijau, bila hujan pada waktu pulang sekolah saya dan teman teman suka sekali bermain hujan, kami sengaja pulang dengan berjalan kaki dan basah kuyub tapi kami berjalan memotong jalan di perkebuanan sawit, dan area perkebunan golf dan perumahan perumahan yang agak sepi jadi kami terlindungi dari penglihatan orang-orang ramai karena baju kami yang basah kuyub oleh hujan, hahaha dasar kurang kerjaan,, kayak anak SD. Sekarang pun bila melihat hujan aku seperti ingin sekali berlari diantara rumput2 hijau dan pepohonan,, haha abiesnya rumah aku sekarang gk ada tamannya,, cuma ada beberapa bunga bungan hias aja, terlalu sibuk pada urusan rumah dan usaha,, ntar deh klu di beri rezeki yang gede sama yang Tuhan, moga moga aku bisa beli lahan yang luas seluas lapangan golf yang pernah aku telusuri itu, wkwkkw.
Masa- masa sekolah masa yang paling indahhh,,, tiada masa paling indah, masa masa di sekolahhaaaaa,,,, tiada masa paling indah, masa masa di s e k o l a h................... jadi nyayiin lagu Mas Obie Mesakh,, hehe,, Emang aku akuin masa bahagia aku adalah masa waktu di sekolah, masa yang indah tiada duka, yang ada ceria dan bahagia, aku seakan lupa tentang cerita pahit mencari uang mamah dan papah demi menyekolahkan anak anaknya,, hiks aku kog jadi terharu ya... (mungkin karena aku sekarang sudah menjadi orang tua, dan merasakan sendiri jerih payah dalam mencari nafkah dan menyekolahkan anak anak..)

waktu masa SD, saya bersekolah di sebuah sekolah SD swasta islam, hehe tp waktu itu sekolah SD yang bagus cuma sekolah Swasta islam dan sekolah swasta Kristen, waktu itu kog gk ada sekolah swasta Budhis ya?, jah waktu jaman reformasi, segala yang berbau tentang china pasti mendapat kecaman, jadi makana gk ada sekolah Budhis. Klu di suruh memilih, pada umumnya org china akan memilih masuk sekolah swasta kristen ketimbang islam. Tapi pada waktu itu sekolah swasta kristen lebih mahal dari sekolah swasta islam jadi banyak juga kog org china ke sekolah swasta islam waktu itu yang ekonominya lemah, jadi biar saya org china dan beragama Budha, saya masih ingat itu ucapan 5x suhada ya, klu gk salah haha,,, jahhh, namanya sekolah di sekolah muslim, ya agama yang di ajarin ya agama islam. org tua dulu gk takut loh anaknya klu besar bisa masuk islam, gk tau apa karena kepepet sekolah yang terbatas dan ketidak mampuan biaya sekolah,, gk tau deh,, tp saya senang di sekolah saya mendapat perlakuan yang baik dan bagus juga, saya juga jadi kesayangan guru, terutama guru agama saya,, tp sayang sekarang saya sudah lupa nama Ibu agama itu, Ibu yang selalu berkerundung coklat,, doa saya untuk ibu agama itu "ibu agama, semoga ibu sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan YME , Amin,,,,

Saya ingat kebaikannya, ketika suatu hari kepala sekolah meminta uang sekolah kepada kami, dan kebetulan waktu itu saya salah satu org yang termasuk terlibat telat membayar uang sekolah.Saat itu kepala sekolah yang sudah beruban dengan kaca mata dan peci di kepala dengan membawa buku besar akutansinya, masuk ke ruang kelas kami di lantai 2 dan menyebutkan nama nama kami yang belum menyelesaikan kewajiban kami membyar uang sekolah, satu persatu di datangin oleh kepala sekolah dan di tanyai uang sekolah kami, Kepala sekolah mendekat dan menanyai uang "mana uang sekolah kenapa belum bayar!" seraya memukulkan buku akutansinya ke kepala kami masing masing, kami yang masih kecil, dan baru kelas 5 SD ada yang hanya bisa diam dan dan menjawab besok pak, saya juga tidak mengerti kenapa orang tua saya sampai telat membayar uang sekolah saya, sehingga saya harus menerima hukuman pukulan di kepala dengan buku besar bapak kepala sekolah.. karena pukulan yang keras itu saya kog gk senang ya? saya pelotoin kepala sekolahnya, merasa di lawan kepala sekolahnya marah saya lupa apakah kepala sekolah kembali memukul kepala saya atau tidak yang saya ingat sekarang cuma kepala sekolah itu dengan nada tinggi berkata kepada saya "melotot lagi kamu" itu yang masih saya ingat, kemudian setelah dia pergi saya di datangin ibu agama itu sambil memeluk saya dan saya menangis, ibu agama membujuk saya dan membelai rambut saya dan mendekapkan kepala saya di dadanya, ibu agama itu tidak bisa berkata apa apa, atas apa yang terjadi dengan anak didiknya yang terjadi di hadapannya, tapi klihatannya dia merasa marah dengan sikap kepala sekolah tadi,,,,huh" salah saya juga sich udah tau telat tp masih melotot, tp emang dasar pikiran anak-anak ya,,, hehehe gpplah semuakan dah lewat,, coba di jaman sekarang bapak kepala sekolah itu berbuat seperti itu pasti udah di polisikan sama orang tua murid ya???,,, tp ortuku emang baik dia gk cari kepala sekolah dan buat perhitungan,, hehe..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar